Hey,
Aku masih berusaha mencari-cari letak jurang yang membuatku asing pada diri sendiri. Lagi, perasaan takut, khawatir, kalut yang juga berdampingan pada banyak pertanyaan apa pun di dunia ini masih terbawa dari Januari. Tentang kemana seharusnya aku pergi. Dimana aku berhenti. Dengan siapa aku bersama. Meski diriku yang lain berusaha menutup pintu dan mundur sejauh yang dia bisa.
Bagian diri yang itu hanya sedang tidak percaya pada secangkir kopi yang disebut-sebut mampu menyalakan senyum seseorang. Dan Prep masih setia mendampingi langkahku menari di tengah suka cita yang berusaha kubangun di tengah semua itu. Aku rindu pada amanku. Rindu nyamanku. Rindu bahagiaku meski sendiri.
Kadang kehampaan itu meluas seperti rembesan air di atas tissue yang mengisapku masuk ke dalam hutan mati yang sekarang kulabeli sebagai cold place. Tapi ini bulan cinta. Seingatku waktu itu seminggu menjelang masa akhir bulan cinta, akhirnya matahari terbit dengan begitu halus, hangatnya membuat suka cita meluap. Langkahku ringan menari mengikuti setiap musik-musik Prep.
Singkat cerita, aku pun bisa seperti kebanyakan orang yang berbagi rasa cinta dengan orang lain. Singkat cerita dan memang singkat. Sangat singkat. Kehadirannya nya adalah sinar matahari di musim hujan.
Kehampaan tidak masuk akal kembali datang mengamuk seperti badai yang membawa dan menjatuhkan aku lebih keras ke dalam cold place.
I wanna die,
I just wanna die.
Tidak ada permintaan lagi selain itu. Selain ingin keluar dari sana dan berhenti merasakan rasa sakit dengan cara apa pun termasuk dengan cara lama yang mampu membuatku biru-biru. Selama belasan tahun ku kira, kehampaan, kesedihan, dan apapun itu yang menyakitkan adalah ruang emosi yang normal dimiliki manusia.
Namun aku lupa manusia punya semestanya masing-masing. Karenanya, ruang emosi di dalam semestaku berbeda dari kebanyakan manusia lain. Ruang emosiku adalah perubahan siang dan malam di dalam video timelapse.
"There's something wrong with me, " I told to myself while I was sitting on the sofa.

Comments
Post a Comment