Seperti gedung - gedung kantor yang kembali ramai setelah sepi ditinggal libur, ada hawa kenangan lama yang menjadi debu menempel pada dinding marmer dingin atau menempel pada dinding lift dan tempat sampah. Tidak juga tersapu cairan pembersih, sebab itu adalah kenangan. Kepada tahun lalu yang mungkin untuk sebagian orang adalah tahun terbaik, tapi juga bisa jadi yang terburuk untuk sebagian orang. Meski kembang api belasan warna meletus diangkasa yang gelap, tidak juga mampu melebur kenangan, konyol mana bisa kenangan dalam setahun penuh tersapu bersih dalam satu malam. Seperti gedung-gedung kantor yang kembali ramai setelah sepi ditinggal libur, aku juga sama. Melewati pembatas tahun dalam hitungan detik rasanya luar biasa, apalagi dilewati sambil menari-nari kecil dengan kuping tersumbat musik-musik PREP sepanjang jalan Sudirman. Kala itu tenang dan damai adalah kawan yang sangat menyenangkan. Kawan yang membuatku merasa jadi manusia dan wanita paling bahagia dengan ...
Kita pikir kita sudah benar-benar bebas. Padahal kita selalu berada di dalam ruangan. Ruangan bernama emosi, ingatan, harapan, ketakutan dan segala tetek bengek terkait manusia dan kemanusiaan yang nempel seperti amplop dan perangko. Susah dipisah! Lagian, manusia itu seperti gedung. Yang bila hanya kita bersedia menaruh perhatian, kita tahu bahwa bangunan itu terdiri dari banyak pemikiran dan ciri khas.