Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2023

Cerita Januari

Seperti gedung - gedung kantor yang kembali ramai setelah sepi ditinggal libur, ada hawa kenangan lama yang menjadi debu menempel pada dinding marmer dingin atau menempel pada dinding lift dan tempat sampah. Tidak juga tersapu cairan pembersih, sebab itu adalah kenangan.  Kepada tahun lalu yang mungkin untuk sebagian orang adalah tahun terbaik, tapi juga bisa jadi yang terburuk untuk sebagian orang. Meski kembang api belasan warna meletus diangkasa yang gelap, tidak juga mampu melebur kenangan, konyol mana bisa kenangan dalam setahun penuh tersapu bersih dalam satu malam.  Seperti gedung-gedung kantor yang kembali ramai setelah sepi ditinggal libur, aku juga sama. Melewati pembatas tahun dalam hitungan detik rasanya luar biasa, apalagi dilewati sambil menari-nari kecil dengan kuping tersumbat musik-musik PREP sepanjang jalan Sudirman. Kala itu tenang dan damai adalah kawan yang sangat menyenangkan. Kawan yang membuatku merasa jadi manusia dan wanita paling bahagia dengan ...

The color of life - Marlin

Waktu itu sekitar pukul delapan malam-di dalam bis kota yang jendelanya berembun karena suhu AC yang sangat rendah dan aku sambil mendengar 'Rehat' lagu yang kuputar terus sejak hampir 30 menit lalu. Tiba-tiba seseorang berkata " it wasn't your fault ". Suaranya terdengar samar tapi sangat mampu membuatku heran.  Gimana nggak ? Pertama, kalimatnya seolah penengah antara aku dan pikiranku. Kedua, suara itu berasal dari orang asing. Ketiga, rok merah ketat pendek di atas lutut yang dia pakai sangat menarik perhatian. " It wasn't your fault. " Ulangnya sekali lagi sambil menatapku melalui pantulan kaca bus yang berembun.  "Kita hidup di berbagai sisi. Kamu bisa salah, bisa juga benar, bisa juga biasa aja. Berhenti nyalahin diri sendiri. Emang kenapa kalo kamu begitu? Kenapa kalo kamu melanggar janji ke diri sendiri?"  Aku mengetuk 2 kali earphone yang aku pakai karena ingin mendengar kalimatnya lebih jelas lagi. Musik berhenti. Aku menoleh ke ...

SEPI SENDIRI - Lina

Ketakutan yang merambati diriku malam ini membawaku pada Lina. Dia adalah gadis kecil kelas dua sekolah dasar, bermata cokelat apabila kamu melihatnya dari dekat, dia kurus tapi bukan berarti dia tidak suka makan. Rambutnya panjang hitam dan lebat. Lina menyukai dress biru selutut yang dibelikan ibunya di Idul Fitri tahun lalu, hanya saja saat ini situasi sekeliling membuat dia tidak menikmati indahnya dress biru.  Padahal hari itu masih siang. Sekitar antara pukul dua siang menuju setengah tiga sore. Lina meringkuk di kasur bawah ranjang susun milik dia dan adiknya. Ku kira dia ketakutan karena rumor hantu yang beredar di dalam rumah, ternyata bukan.  Diam-diam wajah Lina basah. Tangisannya sepi meski begitu sesekali dia gemetar karena sesenggukan. Aku tidak tahu harus apa meski ingin menyapa dan menghibur, tapi ruang dan waktu membuatku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku bahkan tidak sadar, kejadian itu begitu mengiris hati anak seusia Lina.  Lina berharap pukul empat nant...